Pacitan, kabarpos.id – Bungkamnya Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan Sasmito Pribadi menjadikan kekecewaan yang mendalam bagi masyarakat yang ingin mengadu terkait problematik kasus dugaan mark up belanja BPOPP serta pungli uang gedung dan penjualan seragam yang terjadi di SMA Negeri 2 Ngadirojo kemarin.
Berdasarkan fakta yang terjadi,di SMAN 2 Ngadirojo ada penjualan seragam bagi siswa baru serta pungli uang gedung hingga Jutaan rupiah.Hal itu tentunya melanggar aturan dan regulasi yang ada.
Mirisnya,saat awak media mencoba konfirmasi ke kepala cabang dinas pendidikan kabupaten Pacitan yakni bpk Sasmito Pribadi,Beliau memilih bungkam saat masyarakat mengeluh tentang peristiwa yang terjadi di dunia pendidikan kabupaten Pacitan ini.senin (31/08/2026).
Sebagai pejabat publik yang disumpah untuk melayani kepentingan masyarakat,Sikap Sasmito Pribadi ini dinilai sejumlah aktivis sangat mencederai Marwah dunia pendidikan yang ada di Jawa Timur ini.
Padahal, tugas utama dan fungsi dinas adalah sebagai kontrol dan pemangku kebijakan dan mengawasi situasi apa yang terjadi di sekolah yang berada di bawah naungannya.
Maraknya pungli yang mengotori dunia pendidikan di Pacitan saat ini,juga menjadi tanggung jawab Mantan Kepala Sekolah SMA N 3 Ponorogo tersebut sebagai kepala dinas pendidikan kabupaten Pacitan sebgai lembaga yang berwenang.
“Masyarakat kini berharap ada langkah tegas maupun audit kepada seluruh sekolah yang diduga sengaja melenceng dengan aturan dan undang-undang yang ada.jika pejabat dinas saja bungkam kepada publik.lalu entah kemana lagi masyarakat bawah harus mengadu.” Cetus Fahrizal,SH selaku pentolan LSM Surabaya tersebut.
Hingga berita ini ditulis,belum ada klarifikasi resmi dari pihak SMAN 2 Ngadirojo maupun kepala cabang dinas pendidikan kabupaten Pacitan tersebut.(Red)







