GRESIK , kabarpos.id – Di antara deretan sekolah di Kabupaten Gresik, ada satu nama yang akhir-akhir ini sering disebut bukan karena janji, melainkan karena bukti. SMAN 1 Cerme, di bawah kepemimpinan Indah Nusa Rini,S.Pd,M.Pd bukan sekadar tempat belajar. Ia menjadi ladang di mana bakat disiram dengan ketekunan, hingga tumbuh menjadi prestasi yang berdiri tegak di panggung kompetisi.
Tanggal 1 Agustus 2026, di Universitas Muhammadiyah Gresik, dua siswi membuktikan bahwa SMAN 1 Cerme Gudangnya Prestasi. Maya Ajeng Yuanita dan Lyvia ‘Aisyah Al-Khalifi, keduanya dari kelas XII-12, menyabet gelar Juara II dalam Lomba Video Vlog Isu Kependudukan. Mereka tidak sekadar merekam gambar; mereka merangkai cerita, menyampaikan pesan, dan membuat penonton melihat dunia dengan sudut pandang baru.
Karya mereka menjadi peringkat kedua terbaik dari sekian banyak peserta, sebuah pencapaian yang lahir dari kerja keras, diskusi panjang, dan keberanian untuk berbicara lewat layar.
Hanya empat hari kemudian, tepatnya 5 Agustus 2026, giliran Aulia Putri Widyana dari kelas XI-03 yang membuktikan bahwa suara adalah kekuatan. Di ajang Voice Over PWI Gresik Tingkat SMA Sederajat Se-Kabupaten Gresik, Aulia membawa pulang Juara Harapan III. Di hadapan juri yang tajam dan peserta yang tangguh, ia berdiri, menarik napas, dan membiarkan suaranya bercerita, dengan nada, jeda, dan emosi yang tepat, hingga namanya terpilih sebagai salah satu yang terbaik.
Namun prestasi tak hanya soal panggung dan trofi. Ada juga pengabdian, kedisiplinan, dan kehormatan yang dijunjung tinggi. Farhan Aziansyah (XI-3), Cozza Ellua Coquita (XI-2), Naila Fitratu Zahra (XI-4), dan Bayu Aria Wibawa (XI-7) terpilih menjadi bagian dari Paskibra Kabupaten Gresik 2026. Mereka mengenakan seragam putih yang bersih, berdiri tegak di bawah bendera merah putih, dan melaksanakan tugas negara dengan penuh tanggung jawab. Bukan keberuntungan yang membawa mereka ke sana, melainkan latihan yang panjang, keringat yang jatuh, dan kedisiplinan yang tak pernah tawar-menawar.
Kepala Sekolah SMAN 1 Cerme, Indah Nusa Rini, menyambut deretan capaian itu dengan pandangan yang tenang namun tegas.
“Prestasi ini bukan kebetulan. Ini adalah bukti bahwa ketika kita memberi ruang bagi bakat siswa, dan mendampinginya dengan ketekunan, yang lahir bukan sekadar juara, melainkan prestasi yang patut kita banggakan bersama.” Tegas Indah Nusa Rini
Tiga momen, tiga bidang berbeda, namun satu hal yang sama merupakan kebanggaan. Bukan kebanggaan yang berisik, melainkan kebanggaan yang tenang, seperti fondasi yang kokoh, tempat harapan-harapan baru akan terus tumbuh. Dan bagi SMAN 1 Cerme, ini bukan akhir. Ini baru permulaan. Karena di sini, setiap hari adalah kesempatan untuk menjadi lebih baik dari kemarin.
“Bakat adalah benih. Kerja keraslah yang menyiraminya hingga tumbuh menjadi pohon yang rindang dan buah yang manis.” Tutup Kepala Sekolah Yang dikenal imut dikalangan MKKS kabupaten Gresik tersebut. (Red)









