Gresik, kabarpos.id – Maraknya aksi premanisme berkedok LSM maupun Media yang kerap dikeluhkan pejabat Pemerintahan, beberapa pentolan aktivis dari Kabupaten Gresik dan Lamongan kompak bersinergi menjaga kondusifitas dalam menjadi kontrol sosial yang baik.
Dalam acara ngopi bareng yang bertempat di wilayah Menganti pada kamis (02/07/2026) sore tadi, Pimpinan Front Pembela Suara Rakyat (FPSR) Aris Gunawan bersama Presiden Aliansi Alam Bersatu Jaya (ABJ) yakni Miftah Zaeni sepakat untuk menjadi kontrol sosial yang baik dan sesuai tupoksi nya. Terlebih harus saling menjaga situasi yang aman dan kondusif dalam menjalankan tugas nya.
Acara ini, sekaligus untuk memberikan klarifikasi kepada publik bahwa kejadian kerusuhan demo di kecamatan Wringinanom kemarin bukan dari anggota Aliansi Alam Bersatu Jaya (ABJ) yang dinahkodai Miftah Zaeni sebagai Presiden ABJ itu.
“Kejadian di Wringinanom kemarin saya sangat prihatin,dan saya menegaskan yang demo kemarin bukan anggota dari Aliansi Alam Bersatu Jaya milik saya.” Ungkap Miftah Zaeni kepada teman-teman media.
Lebih lanjut, Aktivis Laskar Joko Tingkir tersebut juga menegaskan bahwa dirinya selaku Pemegang tongkat komando ABJ selalu menghimbau kepada seluruh anggota agar menjadi kontrol sosial yang baik, profesional dalam bertugas, serta selalu menjaga ketertiban umum dalam bekerja.
“Saya tekankan agar selalu berkoordinasi dan berkomunikasi yang baik dengan semua lembaga/instansi yang ada.Jika memang anggota mengetahui/mempunyai data penyelewengan dalam birokrasi, maka tugas kita adalah melaporkan kepada pihak berwenang ataupun instansi terkait agar ditindaklanjuti. Jangan malah membuat gaduh yang justru menjadi nilai negatif dikalangan masyarakat. ” Tegas Presiden ABJ Miftah Zaeni.
Pernyataan tersebut,sangat diapresiasi oleh Aris Gunawan selaku pentolan LSM senior yang tidak asing di wilayah Kabupaten Gresik ini.Seluruh anggota yang hadir juga bertepuk tangan mendengar ketegasan yang disampaikan Miftah tersebut.
” Saya sangat setuju dengan pendapat pak Miftah sebagai pimpinan ABJ.Kita sesama kontrol sosial mari saling jaga,saling bersinergi,serta selalu mengedepankan kordinasi yang baik, agar masyarakat juga aman,damai untuk mendapatkan informasi dalam birokrasi pemerintahan yang ada.” Ujar Aris Gunawan sebagai ketua LSM FPSR.
Masih kata Aris, dirinya juga memaparkan bahwa kejadian rusuh di kecamatan Wringinanom kemarin sebagai pelajaran agar peristiwa itu tidak terjadi lagi bagi siapapun yang mau menyampaikan aspirasi maupun pendapatnya dimuka umum.
“Saya tidak melarang siapapun untuk menyuarakan pendapatnya.Tapi sebagai orang Jawa marilah kita mengedepankan Tata Krama yang baik dan sopan.Kalau ada temuan laporkan, dan seandainya masih bisa dibicarakan dengan duduk bareng, kenapa harus pakai Demo.Apalagi demo untuk kepentingan pribadi/kelompok?Saya paham endingnya.” Tutur mantan aktivis 98 tersebut.
Harapannya,kita sebagai pemerhati birokrasi pemerintahan bisa bekerja yang profesional,tegas,serta selalu menjaga ketertiban dan keamanan disuatu wilayah tersebut untuk menjunjung tinggi norma dan etika sebagai orang yang hidup di pulau Jawa ini.
(Red)







