
Keuangan Sekolah Amburadul, SMAN 1 Sekaran – Lamongan Layak Diaudit
Lamongan, kabarpos.id – Serah terima jabatan (Sertijab) Kepala SMAN 1 Sekaran Kabupaten Lamongan menyisahkan polemik yang membuat publik tercengang.Dari kepemimpinan Bapak Muki hingga saat ini dijabat Plt.M.Subkan.Laporan realisasi keuangan baik dari BOS, BPOPP, maupun uang sukarela masih belum tuntas.
Di era kepemimpinan Muki, keuangan sekolah terkesan amburadul.Beliau meninggalkan hutang kepada pihak luar dengan nominal yang tidak sedikit.Untuk apa saja hutang tersebut,publik kini bertanya-tanya seperti apa realisasi anggaran BOS maupun BPOPP yang digelontorkan Pemerintah hingga sekolah sampai berhutang kepada pihak luar.
Menurut Plt M.Subkan yang baru menjabat beberapa hari di SMA Negeri 1 Sekaran ini mengaku dirinya masih bingung dan belum menerima sama sekali laporan keuangan diperiode kepala Sekolah lama. Sehingga dirinya mengaku belum bisa memberikan kebijakan apapun di SMA sekaran saat ini.
“Sampai saat ini saya belum menerima laporan keuangan sekolah mas.Dan perlu diketahui, hutangnya sekolah buanyak loh.” Ungkap M.Subkan pada Jumat (29/05/2026).
Padahal, seluruh laporan realisasi BOS dan BPOPP tercatat sudah di terima pihak sekolah.Namun, untuk apa sekolah sampai berhutang kepada pihak luar kini masih menjadi pertanyaan besar bagi publik, Masyarakat berharap Aparat Penegak Hukum turun lngsung untuk melakukan audit forensik seluruh kegiatan sekolah baik dari pengadaan, maupun pembelanjaan sekolah yang dibiayai dari uang rakyat tersebut.
Selain itu, praktik pungutan liar yang ada di SMA Negeri 1 Sekaran juga wajib diperiksa.Pungutan yang berdalih sumbangan tersebut masih mengikat waktu dan nominal yang harus dibayar oleh siswa setiap bulannya.
Hingga berita ini ditayangkan,awak media mencoba menghubungi pak muki untuk konfirmasi.Namun belum ada jawaban dari yang bersangkutan.
Pengakuan M.Subkan kini menjadi acuan bahwa bobroknya dunia pendidikan yang masih saja dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab ini masih saja terjadi.
Selanjutnya,awak media akan mencoba mendatangi pihak APH terkait untuk konfirmasi masalah ini dan meminta untuk melakukan audit terhadap sekolah.siapapun oknum yang terlibat dalam skandal ini wajib diberikan sanksi tegas sesuai aturan dan undang-undang yang berlaku.
(Bersambung/Red)



