Tabalong – Anggota Koramil 1008-01/Muara Uya–Jaro sigap membantu warga memadamkan kebakaran yang menghanguskan 15 rumah di Desa Muara Uya, Kecamatan Muara Uya, Kabupaten Tabalong, Sabtu (24/10/2026).
Kebakaran tersebut diduga dipicu oleh korsleting arus listrik. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, api pertama kali terlihat berasal dari bagian dapur rumah milik Muhammad, yang saat kejadian sedang tidak berada di rumah. Api dengan cepat membesar hingga membumbung tinggi dan merambat ke bangunan di sekitarnya.
Melihat kobaran api semakin membesar, warga berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sembari meminta bantuan. Tak berselang lama, bantuan dari petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Tabalong, BPBD Kabupaten Tabalong, mobil tangki air Kodim 1008/Tabalong, serta Unit Penanggulangan Bencana Swadaya (UPBS) turut berdatangan ke lokasi.
Anggota Koramil 1008-01/Muara Uya–Jaro bersama unsur terkait dan masyarakat berjibaku melawan kobaran api. Berkat kerja sama dan upaya pemadaman yang dilakukan secara bersama-sama, api akhirnya berhasil dijinakkan.
Namun, peristiwa tersebut menyisakan duka mendalam. Sebanyak 15 rumah warga dilaporkan hangus terbakar. Selain kerugian material, satu orang dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami syok ketika menyaksikan rumahnya terbakar. Penyebab pasti serta kronologi meninggalnya korban masih perlu dikonfirmasi kepada pihak berwenang.
Bati Tuud Koramil 1008-01/Muara Uya–Jaro, Serma Adi Rahman, menyampaikan bahwa keterlibatan anggota TNI dalam penanganan kebakaran merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah.
“Begitu menerima informasi kebakaran, anggota segera bergerak membantu warga di lokasi kejadian. Kami bersama petugas pemadam kebakaran, BPBD, UPBS, dan masyarakat berupaya semaksimal mungkin agar api segera dapat dikendalikan serta tidak semakin meluas,” ujar Serma Adi Rahman.
Ia menambahkan, dalam situasi darurat seperti ini, kecepatan respons dan kerja sama seluruh unsur sangat diperlukan. Selain membantu proses pemadaman, keselamatan warga harus menjadi prioritas utama.
Sementara itu, Dandim 1008/Tabalong, Letkol Inf Alexander Allan Primadi, S.E., menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa atas musibah kebakaran yang menimpa warga Desa Muara Uya. Ia menegaskan bahwa TNI akan terus berupaya hadir membantu masyarakat, terutama ketika menghadapi situasi darurat dan bencana.
“Kami turut berduka cita atas meninggalnya korban dan menyampaikan keprihatinan kepada seluruh warga yang terdampak. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, sementara warga yang kehilangan tempat tinggal diberikan kekuatan untuk menghadapi musibah ini,” ungkap Dandim.
Dandim juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik. Warga diminta memeriksa kondisi kabel, stopkontak, sambungan listrik, serta peralatan elektronik secara berkala dan segera mengganti instalasi yang sudah rusak atau tidak layak pakai.
“Pastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman, jangan menggunakan sambungan listrik secara berlebihan, dan matikan peralatan yang tidak diperlukan. Apabila melihat tanda-tanda kebakaran, segera selamatkan diri dan keluarga, kemudian hubungi petugas pemadam kebakaran. Jangan mengambil risiko yang dapat membahayakan keselamatan,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran. Sinergi TNI, pemerintah daerah, petugas penanggulangan bencana, dan masyarakat diharapkan terus terjaga, baik dalam penanganan keadaan darurat maupun upaya pencegahan bencana di wilayah Kabupaten Tabalong.(Pendim 1008/Tbg).







