Lamongan, Kabarpos.id – Isu miring yang menyeret nama SMKN 1 Kalitengah terkait dugaan pungli dan penjualan seragam.Kepala Sekolah Ari Susanto buka suara dan siap terbuka kepada siapapun.
Dalam memasuki masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) tahun ajaran baru, memang momen yang sangat penting bagi orang tua dalam memenuhi kebutuhan sekolah anak-anaknya.Tetapi, Sekolah tidak ada paksaan apapun terhadap murid dalam pembelian seragam maupun atribut sekolah untuk anak didiknya.
Di SMKN 1 Kalitengah,Ari Susanto menegaskan bahwa adanya isu yang beredar di masyarakat saat ini merupakan miss komunikasi atau salah pemahaman tentang penjualan seragam itu.
Di ruang kantor nya,Ari Susanto mengaku jika maslah penjualan seragam bukanlah hal yang wajib yang harus dipenuhi siswa-siswi baru tahun ini.Terkait untuk sumbangan,hal itu juga sudah disampaikan dan disepakati oleh Komite sekolah dan orang tua/wali murid nya.
“Saya tegaskan sekolah tidak menjual seragam mas,itu koperasi yang menyediakan bagi siswa-siswi yang ingin membeli.Tidak ada paksaan sama sekali dari sekolah,bahkan jika murid ingin beli diluar juga tidak masalah.Itu semua kami sampaikan kepada orang tua/wali secara langsung kok saat daftar ulang kemarin.” Kata Ari Susanto pada kamis (9/7/2026).
Masih kata Beliau, untuk iuran/sumbangan pun itu merupakan kebijakan dan kesepakatan komite dengan orang tua/wali saat Rapat. Dan itu juga tidak ada paksaan sama sekali. Bakan ada beberapa murid juga yang tidak menyumbang juga kita perlakukan sama. Tuturnya.
Untuk itu, masyarakat jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu miring yang ada di medsos.Sebagai sekolah negeri,kita semua berharap bisa menjadi sekolah yang maju dan memiliki fasilitas yang baik.Dan itu semua merupakan program sekolah yang kita sampaikan kepada orang tua siswa.
Dan perlu diketahui, kebutuhan operasional sekolah tidak semuanya bisa tercouver dengan anggaran BOS maupun BPOPP.Jadi siapapun orang tua yang merasa keberatan/tidak mampu, dipersilahkan untuk menghadap ke sekolah dan pasti sekolah memberikan solusi yang tidak memberatkan kepada siswa yang kurang mampu tersebut.
“Semoga masyarakat jangan terprovokasi dengan isu-isu yang belum jelas.Jika orang tua belum paham, SMKN 1 Kalitengah selalu terbuka kepada siapapun yang butuh penjelasan terkait apapun yang ada di sekolah ini.” Tutup Ari Susanto (Red)







