Gresik, kabarpos.id – Dianggap Meresahkan dan Melakukan Pengrusakan Di Jalan Dusun Banyurip, Proyek Pemasangan Pipa PDAM Di Berhentikan Warga.
Proyek pemasangan pipa yang tidak jelas apa dan siapa penanggung jawab dari pekerjaan tersebut akhirnya mendapat protes keras dari warga Dusun Banyurip , desa gempolkurung , Kecamatan Menganti , Kabupaten Gresik, pasalnya pekerjaan yang diduga tanpa koordinasi dengan masyarakat setempat tersebut sangat meresahkan masyarakat sekitar.
Tidak itu saja pemasangan pipa PDAM di Dusun Banyurip , desa gempolkurung tersebut juga tanpa sosialisasi ke masyarakat sekitar , yang tentunya terdampak oleh pekerjaan penggalian di jalan penghubung antara Surabaya dan Gresik tersebut
Tanpa diawasi oleh mandor ataupun pihak proyek , pekerjaan itu dilaksanakan secara manual dan tanpa flass man atau pengatur jalan yang tentunya sangat mengganggu pengguna jalan di sepanjang jalan penghubung antara Surabaya dan Gresik
Salah satu pekerja saat ditanya terkait pekerjaan yang sedang dilakukan mengaku dirinya hanya disuruh oleh salah seorang yang bernama Pri untuk memasang pipa PDAM , namun dalam pekerjaan itu orang yang dimaksudkan tersebut tidak pernah datang ke proyek yang sedang dikerjakan
Dengan keterangan yang diberikan oleh salah satu pekerja proyek dan memberikan nomor orang yang dimaksud (pri), awak media coba menghubungi yang bersangkutan namun sayangnya saat dihubungi beberapa kali dan pesan Whatsapp dikirim ke ( Pri), orang yang dimaksud tidak merespon dan tidak membalas chat dari wartawan
Dianggap tidak ada penanggung jawab dalam pekerjaan pemasangan pipa PDAM di Dusun Banyurip, desa Gempol kurung, akhirnya warga sepakat untuk memberhentikan sementara pekerjaan yang sedang dilaksanakan tersebut
Munir ketua RT Dusun Banyurip Desa , gempol kurung kepada awak media menyampaikan bahwa memang benar warga cukup diresahkan dengan adanya pekerjaan pemasangan pipa PDAM di sepanjang jalan Dusun Banyurip , sebab tidak pernah ada sosialisasi dari pihak CV ataupun pihak yang mengerjakan pekerjaan.
” Iya Mas Memang tidak ada sosialisasi ke warga dan juga tidak pamit ke saya selaku RT , makanya pekerjaan ini kita anggap pekerjaan siluman karena tidak ada yang bertanggung jawab, jadi kesepakatan warga pekerjaan ini dihentikan sementara sampai nanti ada pihak yang bertanggung jawab dalam pekerjaan ini ” ucap Munir saat ditemui awak media di rumahnya pada Selasa (9 September 2025).
Dengan adanya kejadian penyetopan pekerjaan oleh warga, di harapkan kepada instansi terkait ( pemerintah Desa, Kecamatan) untuk lakukan teguran kepada pihak PT atau pun CV yang mengerjakan, agar tidak ada gejolak di masyarakat.(Red)
