Surabaya, Kabarpos.id Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr. Mukhibatul Khusnah menghadiri pengukuhan Guru Besar empat orang profesor di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Rabu (20/12/2023).
Sebagai keluarga besar dari Universitas Airlangga, dr. Mukhibatul Khusnah cukup bangga dengan prestasi yang diraih keempat profesor tersebut. Ia berharap hal ini menambah semangat baru bagi Universitas Airlangga sebagai sebuah kampus profesional. “Saya percaya, Unair akan semakin hebat. Sesuai slogannya; Unair Hebat,” ungkapnya.
dr. Mukhibatul Khusnah meyakini Universitas Airlangga akan semakin berkontribusi dalam perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. “Luar biasa. Termasuk salah satunya sahabat, Prof. Dr. Erwin Astha,” tukasnya.
Ia berharap penambahan jumlah Guru Besar ini tentu akan menjadi bahan bakar baru yang akan menjadi semangat baru bagi Unair untuk semakin memberikan kontribusinya kepada bangsa dan negara.
Dirinya percaya, hal ini dapat menjadi peluang untuk meningkatkan capaian-capaian besar yang selama ini sudah dicapai oleh Unair. Termasuk juga menaikkan rangking Kampus Unair, baik dari sisi rangking di tingkat dunia, Asia, Asean dan Indonesia.
Kelima Guru Besar yang akan dikukuhkan berasal dari tiga fakultas yang berbeda. Pertama, dari Fakultas Kedokteran ada Prof Dr Afif Nurul Hidayati dr SPDVE SubspVen FINSDV FAADV, Prof Dr dr Roedi Irawan MKes SpA(K), dan Prof Dr dr Erwin Astha Triyono SpPD0KPTI FINASIM. Kemudian, ada Prof Dr Dra Ni Wayan Sartini MHum dari Fakultas Ilmu Budaya serta Prof (HC UA) Dr Carina Citra Dewi Joe BSc MSc PhD dari Fakultas Sains dan Teknologi.
Wakil Rektor UNAIR Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof Dr Bambang Sektiari Lukiswanto DEA DVM, mewakili Rektor UNAIR mengatakan dengan tambahan lima orang Guru Besar ini, maka Guru Besar UNAIR saat ini telah berjumlah 355 orang.
“Tambahan Guru Besar ini meningkatkan amunisi dan semangat kita untuk dapat mencapai visi misi UNAIR. Kami ingin memberikan kemanfaatan yang optimal dan dampak yang signifikan bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tutur Prof Bambang.








