KABARPOS.ID LUMAJANG — Desa Rowokangkung, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, terus mendorong potensi ekonomi masyarakat melalui pengembangan produk unggulan berbasis komoditas lokal. Langkah tersebut diwujudkan melalui Launching Produk Unggulan Program JAGATARA PKK ORMAWA 2026 Desa Rowokangkung.
Program JAGATARA mengusung konsep “Desa Agraris Berlapis Rowokangkung sebagai Model Circular Economy Zero-Waste Berbasis Komoditas Unggulan melalui Inovasi dan Penguatan Ekosistem Digital UMKM.”
Kepala Desa Rowokangkung, Totok Hariyanto, menyampaikan bahwa wilayahnya memiliki sejumlah komoditas yang mudah diperoleh dan berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
Tiga komoditas yang menjadi fokus pengembangan dalam program tersebut yakni kangkung, ikan gurame, dan jagung. Ketiganya tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk inovatif yang memiliki nilai tambah.
Kangkung, misalnya, dapat dikembangkan menjadi mi kangkung. Sementara ikan gurame diolah menjadi bakso gurame, sedangkan jagung dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku susu jagung.
“Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai jual hasil pertanian dan perikanan masyarakat sekaligus membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM desa,” ujar Totok Hariyanto.
Melalui JAGATARA, pengembangan komoditas lokal diarahkan tidak berhenti pada produksi bahan mentah. Setiap potensi desa diupayakan dapat masuk ke dalam ekosistem pengolahan, pemasaran, hingga penguatan UMKM berbasis digital.
Konsep circular economy zero-waste juga menjadi bagian penting dari program tersebut, dengan mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara lebih optimal sehingga memiliki nilai ekonomi dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Program PKK ORMAWA 2026 Desa Rowokangkung diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat kemandirian ekonomi desa. Dengan dukungan inovasi, kreativitas masyarakat, dan pemanfaatan teknologi digital, produk unggulan Rowokangkung diharapkan mampu berkembang dari produk lokal menjadi komoditas yang memiliki daya saing lebih luas.
Launching JAGATARA sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan bahwa potensi desa, apabila dikelola secara inovatif dan berkelanjutan, dapat menjadi kekuatan baru dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.






