Tanah Laut – Upaya percepatan pembangunan Jembatan Garuda terus dilakukan oleh personel Kodim 1009/Tanah Laut. Tidak ingin kehilangan waktu produktif, personel di lapangan memanfaatkan masa tunggu pengerasan beton angkur box dengan melanjutkan pengerjaan pondasi penghubung menuju menara pylon, Jum’at (12/06/2026).
Pondasi penghubung tersebut merupakan bagian penting dalam rangkaian konstruksi jembatan yang berfungsi menyatukan struktur angkur box dengan menara pylon sebagai penyangga utama kabel jembatan. Karena memiliki peran strategis, proses pengerjaannya dilakukan secara cermat agar menghasilkan konstruksi yang kokoh dan sesuai dengan perencanaan teknis.
Dengan memanfaatkan waktu tunggu usia beton, berbagai tahapan pekerjaan seperti penggalian, penataan material, pemasangan rangka besi, hingga persiapan pengecoran pondasi penghubung dapat dikerjakan secara bertahap. Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk menjaga progres pembangunan tetap berjalan efektif dan efisien.
Perwira pengawas Kapten Czi Saiful Bahri menuturkan bahwa usia minimal beton sebelum melanjutkan pemasangan bagian jembatan berikutnya adalah dua puluh satu (21) hari, sehingga dapat menahan daya tarik pada saat menghubungkan kabel utama dari tepi dekat ke tepi jauh maupun sebaliknya.
“Usia beton tetap menjadi perhatian utama, sebelum tahap pemasangan kabel utama. Untuk itu kami manfaatkan waktu yang ada untuk mengerjakan bagian lainnya sehingga memudahkan pada saat finishing,” tuturnya.
Semangat kerja tanpa mengenal jeda yang ditunjukkan personel Kodim 1009/Tanah Laut menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung percepatan pembangunan Jembatan Garuda. Melalui pengerjaan yang terencana dan berkesinambungan, setiap bagian konstruksi terus disiapkan agar siap memasuki tahapan berikutnya sesuai jadwal yang telah ditetapkan. (Pendim 1009/Tla)






