BANGUNAN TPT DI DESA SIDOBOKEM PERLU DI PERTANYAKAN
2 mins read

BANGUNAN TPT DI DESA SIDOBOKEM PERLU DI PERTANYAKAN

Kabarpos.id Lamongan – Bantuan keuangan kepada pemerintah desa BKKPD yang bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah APBD dipergunakan untuk menunjang infrastruktur pemerintah Desa Pemdes untuk saat ini sudah mulai direalisasikan oleh pemerintah Lamongan program itu disalurkan oleh Dinas Pemberdayaan masyarakat dan desa PMD secara langsung kepada Pemdes akan tetapi program yang dicita-citakan oleh pemerintah daerah Pemda guna untuk yang lebih maju supaya mempunyai daya saing dengan kabupaten lain namun diduga banyak dimanfaatkan demi kepentingan diri sendiri oleh oknum level atas sampai level bawah salah satunya terjadi di Desa Sidobogem Kec Sugio Kab Lamongan.

Berdasarkan keterangan masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya kepada tim sus kabarpos.id menjelaskan,” di Dusun saya telah dibangun tembok penahan tanah TPT yang berada di Jalan Poros Desa sidobogem.sesuai papan informasi proyek itu dianggarkan senilai Rp200 juta, akan tetapi dari hitungan saya dan warga warga yang melihat dan mengamati langsung serta menghitung material proyek TPT itu patut kita duga hanya menghabiskan kurang lebih 72.870.000 juta,”bebernya.
Masih dari keterangan masyarakat,”Mulai dari pasir 13 ret yang harganya kurang lebih 23.400.00 juta, dan pedel hitam sebanyak 21 ret dengan harga kurang lebih 31.500.000 juta,serta semen dengan total 187 sak yang kurang lebih nya 11.220.000 juta.dan juga kuli dan tukang dengan lama pekerjaannya kurang lebih 25 hari atau 3 minggu yang di bayar senilai kurang lebih 6.750.000 jutaan,”ungkapnya.
Lebih lanjut narasumber berharap kepada timsus kabarpos.id untuk mengungkapkan dan mempublikasikan hal tersebut.”Dikarenakan kami selaku warga Desa sidobogem Kec Sugio Kab Lamongan,tidak mau anggaran yang seharusnya dipergunakan untuk infrastruktur supaya desa kita lebih maju pembangunannya,tapi dibuat ajang bancakaan oleh oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab,”harapannya.
Untuk memperjelas permasalahan tersebut, timsus selanjutnya mendatangi kantor desa Sidobogem, dengan tujuan melakukan konfirmasi terkait adanya dugaan penyelewengan proyek TPT tersebut. Sayangnya sampai di kantor desa sidobogem sekitar pukul 12 : 00 siang timsus tidak bisa bertemu dengan Pak Hartono sebagi kepala kades sidobogem dikarenakan kantor balai desa sidobogem sudah tutup sudah tidak ada orang sama sekali & timsus juga mencoba mendatangi ke rumah kades Hartono di rumah nya juga tidak ada rumah nya tutup hingga berita ini kita naik kan. ( TIMSUS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *