Gresik – Media Kabarpos.id – Warga Sirnoboyo, Benjeng mengeluhkan dengan adanya penjualan tanah dari pengerukan pendalaman Embung/ Waduk .
Menurut informasi yang didapat oleh wartawan Media Kabarpos.id yang kerap kali turun di lapangan bersama Team Lembaga LP KPK TIPIKOR. Datang ke lokasi untuk mencari tau asal usul kegiatan tersebut bertemu salah satu perangkat desa sebut saja Pak CAREK ANTOK .
lanjut konfirmasi kepada pak carek Antok kegiatan pengerukan embung atau waduk salah satunya memperdalam .supaya mudah mencari sumber air supaya gak Sampai kekurangan air untuk dusun atau desa dan untuk hasil pengerukan tanah di kasikan atau di jual ke warga / masyarakat sendiri yang membutuhkannya dan mengenai biaya ..ini tidak ada dana nya mas ini swadaya masyarakat, ini cuman ganti transoprt ajah menurut carek yang gak mau sebutkan nominal.padahal dari keterangan warga adanya kegiatan tersebut banyak warga yang tidak setuju dan hasil penjualan tanah tersebut akan di salurkan ke warga Dengan swadaya sebesar Rp. 100 ribu/ Kepala keluarga (KK) atau Rumah.
Sekedar diinformasikan bahwasanya di Dusun Karangasem sendiri ada sekitar 240 Rumah/ Kepala keluarga.
Tidak dari warga Dusun Karangasem saja sedekah dusun tersebut juga mendapat bantuan dari Pamsimas yang di kelola oleh Pengurus yang ada di Dusun Karangasem sebesar Rp. 25 juta
Aktifitas pendalaman Embung/ Waduk tersebut keberadaannya di Dusun Karangasem, Desa Sirnoboyo, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik.
Saat di konfirmasi warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengatakan kepada wartawan dan Tim investigasi awalmulanya swadaya itu untuk sedekah dusun pak. Tiba- tiba Dialihkan ke kegiatan pendalaman Embung/ Waduk dan tanahnya di jual dengan harga bervariasi mulai dari Rp.170 Ribu hingga Rp.200 Ribu. Ucapnya pada jum’at 29/09/2023
“kalau belinya di atas sepuluh Rit harganya Rp.170 Ribu untuk satu mobil Dump Truk kalau belinya dibawah Sepuluh Rit harganya Rp.200 Ribu satu Dump Truk pak” tandasnya
Lanjut dipaparkan oleh warga pekerjaan sudah berjalan sekitar Lima hari baru minta tandatangan ke warga. Dan tidak semua warga mau tandatangan pak. Ujarnya
Setelah mendapat informasi wartawan dan Tim Lembaga LP KPK TIPIKOR mendatangi lokasi yang dimaksud namun saya tidak ada aktifitas dan juga tidak di temukan mobil dump Truck. Hanya saja ada sebuah alat berat Exsavator beserta operatornya.
awak media akan lanjut konfirmasi ke kepala desa SIRNOBOYO supaya ada kejelasan adanya kegiatan tersebut karena ini sudah di bilang galian C. ( Bo )
