Mojokerto, kabarpos.id – Sudah lumrah dan menjadi rahasia umum setiap Anggaran BK yang di berikan melalui anggota DPRD mojokerto pasti dengan perjanjian di bawah meja untuk memberi tiping vie pada anggota dewan
Hal ini di sampaikan Haikal kepala desa Mojogebang Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto yang juga menjabat sebagai Ketua PKDI kecamatan Kemlagi
Dalam obrolan di kantornya yang sempat di rekam awak media secara rahasia, Haikal berkeluh kesah bahwa setiap anggaran yang di kucurkan melalui Anggota DPR tidak bisa melaksanakan pembangunan dengan maksimal, sebab dari anggaran yang di kucurkan akan di potong 20℅ hingga 25℅ yang di minta untuk anggota dewan yang membantu mengajukan anggaran tersebut
Haikal, dengan penjang lebar menceritakan bahwa hal seperti itu sudah wajar di lakukan, sebab jika pengajuan tersebut tidak mau mengeluarkan 25% untuk Oknum anggotan DPR maka di tahun berikutnya tidak akan di berikan lagi
” Misalnya kalau cair gak mau di potong , maka tahun berikutnya gak akan dapat bantuan lagi, itu sudah pernah terjadi ” Ungkap kepala desa yang baru menjabat satu periode tersebut pada jum’at (3/10/25)
Dari keluh kesah yang di sampaikan kepala desa Mojogebang menunjukkan bahwa masih banyak oknum Anggota DPR yang sengaja bermain anggaran dalam realisasi bantuan keuangan meskipun imdonesia memanas karena adanya DPR yang bermain anggaran hingga menimbulkan gejolak di masyarakat yang baru – baru ini terjadi
Berbekal rekaman suara yang di peroleh dari obrolan dengan kepala Desa Mojogebang , awak media akan mendatangi salah satu anggota DPRD Mojokerto dari Partai PAN yang di sebut – sebut oleh Haikal untuk konfirmasi kebenaran yang di sampaikan ke awak media
Dan apa bila hal itu terjadi maka masyarakat telah di lukai lagi hatinya oleh oknum Anggota DPRD seperti yang di sampaikan Haikal terkait pemotongan dana BK saat pencairan untuk vie prosentase ke OKNUM anggota DPR.
(Red)
