Gresik, kabarpos.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mendapat sorotan tajam dari masyarakat setelah peristiwa angin puting beliung yang menerjang sebuah warung milik warga di Desa Mojogede. Warga menilai pemerintah desa tidak menunjukkan kepedulian yang semestinya terhadap korban musibah tersebut.
Peristiwa itu terjadi di Desa Mojogede yang berada di wilayah Kecamatan Balongpanggang. Angin puting beliung dilaporkan merusak sebuah warung milik seorang janda yang selama ini menjadi sumber penghidupan sehari-hari.
Namun hingga kabar tersebut menyebar luas di masyarakat, warga mengaku belum melihat kehadiran langsung dari pihak pemerintah desa di lokasi kejadian. Hal ini memicu kekecewaan warga yang menilai pemerintah desa seharusnya menjadi pihak pertama yang hadir memberikan bantuan maupun perhatian.
Sejumlah warga juga menyoroti sikap Kepala Desa Mojogede, Ngadiono, yang dinilai kurang responsif terhadap musibah yang menimpa warganya. Kondisi tersebut bahkan disebut sebagai “tamparan keras” bagi citra Pemkab Gresik dalam hal pelayanan dan kepedulian terhadap masyarakat di tingkat desa.
Selain itu, di tengah sorotan tersebut, warga juga mengaitkan kembali isu yang sebelumnya sempat viral di media sosial terkait dugaan kasus asusila yang menyeret nama kepala desa tersebut. Meski isu tersebut masih menjadi perbincangan di masyarakat, warga berharap ada klarifikasi terbuka dari pihak terkait agar tidak terus menimbulkan polemik.
“Kades Mojogede itu responsif kalau sama janda muda,tapi kalau warganya kena musibah,dirinya pura-pura buta.” Celoteh salah satu warga saat ngobrol di warung kopi.
Sebagian warga juga menyampaikan harapan agar kepala desa bersikap terbuka kepada masyarakat dan lebih peduli terhadap kondisi warganya, terutama saat terjadi musibah. Bahkan ada pula yang menyuarakan agar yang bersangkutan mempertimbangkan mundur dari jabatannya apabila dinilai tidak mampu lagi menjalankan amanah sebagai pemimpin desa.
Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait dapat segera turun tangan untuk melihat langsung kondisi warga yang terdampak bencana serta memastikan bantuan dan perhatian benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
(RED)
