Sidoarjo, Kabarpos.id – Miss komunikasi yang terjadi antara salah satu Kepala Desa di wilayah Kecamatan Prambon – Sidoarjo dengan Pimpinan Redaksi Kabarpos.id berakhir kondusif.Kedua belah pihak sepakat untuk memilih jalur damai.
Peristiwa ini,bermula saat ada unggahan di grup WhatsApp Forum Kepala Desa Kecamatan Prambon dari Sekdes Desa Wonoplintahan yang menyebarluaskan foto Sulaiman (pimpinan redaksi Kabarpos.id) saat berkunjung ke kantor desa Wonoplintahan untuk konfirmasi terkait realisasi anggaran Dana Desa Wonoplintahan.
Namun dalam unggahannya.Sekdes menyebarkan foto itu dengan kata-kata yang kurang baik. Menjustice awak media mencoba melakukan pemerasan.Mendapati kabar kurang sedap itu,Sulaiman menggandeng kurang lebih 17 orang wartawan paguyuban independen Jawa Timur untuk mendatangi kantor Kepala Desa yang merupakan Ketua FKD kecamatan Prambon yakni Chusnul Chuluq.
Selain itu,jumpa pers yang dilakukan pada senin 28 oktober 2024 ini juga menghadirkan bhabinkamtibmas Wonoplintahan Ipda Satuji yang turut membantu memediasi maslah ini.
Menurut Chusnul Chuluq yang sebagai ketua mengatakan jika semua ini miss komunikasi antara kedua belah pihak.Dirinya menyarankan untuk saling komunikasi dengan baik agar tidak ada permasalahan di kemudian hari.
“Saya yakin ini semua hanya miss komunikasi antara mas sulaiman dengan sekdes Wonoplintahan.Ayolah diselesaikan secara damai antara pak sekdes dengan rekan-rekan media.” Ungkap Chusnul Chuluq kepada awak media.
Sempat bersitegang,namun kedua belah pihak sepakat untuk damai dan menganggap bahwa maslah ini sudah selesai.Dengan di saksikan ketua FKD dan Bhabinkamtibmas Pak Sutaji ,permasalahan ini dianggap selesai antaranya kedua belah pihak.
Harapan Ketua FKD,Media memang merupakan control cocial bagi pemerintahan birokrasi.Kedepannya,awak media diharapkan menjalin komunikasi yang baik dengan kepala desa yang ada di Kecamatan Prambon agar tidak terjadi miss komunikasi lagi.
(Red)
